Media Ilmiah Bahan Ajar Online Berbasis Free Weblog

Menulis dan mempublikasi karya ilmiah dosen dapat dilakukan melalui media apa saja. Dalam perkembangan teknologi, khususnya internet telah melahirkan banyak pilihan media yang dapat digunakan oleh seorang dosen di Perguruan Tinggi untuk mempublikasikan karya yang berhubungan dengan Tridarma Perguruan Tinggi.

Beberapa media yang dapat dipilih yaitu website. Ada website berbayar atau website professional dan website gratis dengan berbagai platform seperti blogspot dan wordpress. Kedua platform inibersifat gratis. Namun dapat ditingkatkan menjadi berbayar.

Para dosen tidak berkurang gengsi ketika menggunakan blog dalam mempublikasikan karyanya, khususnya di bidang pengajaran. Bila dosen menulis dan membublikasi bahan ajar melalui website (berbayar maupun gratis) maka sebenarnya dosen tersebut telah berperan dalam menyediakan sumber belajar.Sumber beajar tersebut dapat berupa sumber belajar yang direncanakan dan yang tidak direncanakan untuk pembelajaran tetapi bernilai pengajaran ketika dikunjungi oleh orang lain yang sedang mencari informasi yang berhubungan dengan bahan yang dicari, kemudian dijadikan sebagai pengalaman belajar atas pokok yang dicari.

Menyadari akan salah satu indicator eksistensi dosen adalah buah pemikirannya yang bersifat ilmiah (perpaduan pengetahuan teoritis dan empiris) yang dipublikasikan, maka pemanfaatan website free seperti blogspot dan wordpress menjadi salah satu pilihan diantara pilihan website berbayar.

Saya telah memulai menulis dan mempublikasikan materi ajar dan beberapa artikel lepas yang bersifat edukatif melalui beberapa blog yang saya kelola. Sejak saya mengenal dan menggunakan blogspot dan wordpress, saya telah menghasilkan 100 lebih blog. Beberapa diantaranya saya fokuskan pada materi ajar. Judul-judul blog yang khusus untuk mengajar saya beri judul: “Bahan Ajar Online” dihubungkan dengan mata kuliah yang saya ajarkan di Sekolah Tinggi Teologi. Blog bahan ajar yang saya buat dapat diikuti dalam judul-judul sebagai berikut:

  1. Bahan Ajar Online Sejarah Gereja Umum
  2. Bahan Ajar Online Sejarah Gereja Asia
  3. Bahan Ajar Online Sejarah Gereja Indonesia
  4. Bahan Ajar Online PAK dalam Masyarakat Majemuk
  5. Bahan Ajar Online Teknologi dan Media PAK
  6. Bahan Ajar Online Strategi dan Kurikulum PAK (Kurikulum dalam Alkitab dan Alkitab Dalam Kurikulum)
  7. Bahan Ajar Online Liturgika
  8. Bahan Ajar Online Apologetika dan
  9. Bahan Ajar Online Filsafat Apologetika
  10. Bahan Ajar Online Colloquium Didacticum
  11. Bahan Ajar Online Entrepreneur Kristen
  12. Bahan Ajar Online Filsafat Ilmu
  13. Yang lain akan menyusul (maklum karena banyak maka yang lain lupa)

Link ke blog blog di atas saya hapus karena nampaknya mengganggu indeks terhadap judul postingan dalam laman google. Biasanya langsung terindeks tetapi sampai hari ini Kamis 15 Maret 2018 saya coba mencari di mesin pencari yaitu google dengan keyword dan atau  judul postingan “Media Ilmiah Bahan Ajar Online Berbasis Free Weblog” belum muncul. Oleh karena itu saya hapus link hidup ke 12 blog Bahan Ajar online tersebut di atas.

Untuk mencari 12 bahan ajar online tersebut di atas, silakan ketik saja di google dengan judul blog tersebut di atas. Misalnya ada yang mau dapatkan informasi dari karya saya tentang “Teknologi dan Media PAK” maka cukup saja ketik “Bahan Ajar Online Teknologi dan Media PAK” maka akan muncul blog saya. Ciri blog bahan ajar online yang saya buat yaitu selalu ada tombol Navigasi untuk Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar 1, Kompetensi Dasar 2, Kompetensi Dasar 3 dan seterusnya. Kompetensi dasar yang saya buat minimal 3 dan maksimal 8. Hal ini disebabkan berdasarkan teori Applied Approach /Ancangan Aplikasi (AA) yang saya peroleh dari Universitas Negeri Solo atau UNS pada tanggal 4 – 7 Juni 2008. (No sertifikat saya: 137/AA/V/2008).  Jumlah Kompetensi Dasar dari Standar Kompetensi satu mata kuliah dapat dikembangkan menjadi 8 Kompetensi Dasar karena ada Perguruan Tinggi yang jumlah pertemuan untuk menyelesaikan satu mata kuliah sebanyak 14 kali tatap muka  (termasuk UTS dan UAS). Bila 14 kali pertemuan maka kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi 7 KD dengan minimal 2 indikator. Sedangkan untuk Perguruan Tinggi yang melaksanakan 16 kali pertemuan, jumlah kompetensi dasar untuk satu mata kuliah dapat dibuat maksimal 8 Kompetensi Dasar dengan minimal 2 indikator. Rasionalnya 8 x 2 = 16, 7 x 2 = 14. Ini berarti indikator-indikator dari setiap Kompetensi Dasar dapat dikuliahkan dalam 14 dan 16 tatap muka (termasuk  2 x ujian).

Saya menjelaskan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta indikator karena dalam blog yang saya buat khusus untuk bahan ajar selalu ada tompol navigasi di header blog yang memunculkan kata-kata tersebut. Blog bahan Ajar yang saya buat dan dionlinekan dengan memanfaatkan free weblog berbasis blogspot dan wordpress tentu sesuai namanya yaitu tanpa bayar. Walaupun tanpa bayar tetap ada biaya seperti biaya listrik, biaya internet dll. Yang free itu domain dan hosting untuk bahan ajar yang saya buat secara online.

Namun memasuki tahun 2018, saya memutuskan untuk memiliki website professional (website berbayar) dengan alamat https://mediailmiah.com

Saya membayar biaya hosting pada setiap bulan dengan jumlah rupiah yang cukup besar menurut ukuran dosen Lazarus. Tentu bagi dosen Abraham, jumlah yang saya keluarkan setiap bulan sangat kecil nilainya. Terlebih lagi bila ada dosen teologi Kristen yang dikategorikan dalam perumpamaan orang kaya seperti yang dinarasikan dalam Lukas 12:13-21. Dosen ini disebut dosen lebih dari Abraham, saking banyak hartanya dan bingung menyimpannya maka disebut orang kaya … Lihat Lukas 12:13-21

Dalam posisi apapun, entah dosen lazarus atau dosen Abraham, kita harus membuktikan eksistensi diri sebagai dosen dengan cara menulis dan mempublikasi. Kita bisa pilih publikasi online melalui website gratis maupun website berbayar.

Website ini dikhususkan untuk eksistensi dalam dalam menulis dan mempublikasi hasil karya ilmiahnya. Hal ini berarti website ini dibuat untuk menampung karya ilmiah yang bersifat personal maupun dari rekan-rekan yang berminat mempublikasikan karya ilmiahnya di Media Ilmiah.com

Akhirnya mari rekan-rekan dosen, kita tidak perlu malu menggunakan weblog (blogspot dan wordpress) untuk mempublikasikan karya ilmiah, khususnya menjadikan blog sebagai media pembelajaran online. Bila kita sudah membuat blog yang berisi bahan ajar maka blog tersebut dapat dipakai ketika kita mengajar di kelas. Bila rekan-rekan hendak membuat blog pengajaran dan memposting bahan ajar dalam bentuk powerpoint maka pilihan terbaik yakni wordpress. Mengapa di wordpress karena ada fasilitas download. Namun bila rekan-rekan menggunakan blogspot maka carilah website gratis yang menyediakan hosting gratis, materi dalam bentuk powerpoint disimpan dalam hosting tersebut dan kita pasang linknya di blog.

Kirangya beberapa blog di atas menginspirasi rekan-rekan dosen dalam menyiapkan blog yang berisi bahan ajar online.

Selamat mempelajari

Yonas Muanley